Total Tayangan Halaman

Selasa, 30 Juni 2020

Armada membuatku kembali teringat kepada F4

Tahun 2017 silam, grup musik Armada merilis lagunya yang berjudul Asal Kau Bahagia. Lagu tersebut sangat populer sekitar tahun 2017, tetapi ada bagian yang membuatku seolah-olah bernostalgia kembali dengan sekelompok boyband asal Taiwan, F4 yaitu saat mendengarkan pada bagian refrain lagu tersebut. Pada bagian refrain, nadanya hampir mirip dengan lagu F4 yang berjudul Liu Xing Yu. Lagu Liu Xing Yu milik F4 adalah lagu yang sempat booming pada awal era 2000-an. Saat itu, aku yang masih duduk di bangku kelas 1 SD pun suka terhadap lagu-lagu F4, padahal bahasanya pun tidak aku mengerti karena aku hanya menguasai Bahasa Inggris untuk bahasa asingnya. Saat itu, aku mendengar lagu Asal Kau Bahagia melalui aplikasi Bigo Live, yang kebetulan saat itu penyiarnya sedang mendengarkan lagu itu. Saat mendengar pada bagian reff-nya, aku sedikit terkejut karena nadanya seperti mengarah pada lagu milik F4 yang sudah aku sebutkan tadi. Lalu, aku coba cari lagu itu di YouTube dan benar saja, banyak yang berkomentar bahwa lagu tersebut pada bagian reff-nya memang mirip dengan lagu Meteor Garden (begitulah orang-orang yang pada berkomentar menyebutnya). Mungkin saja, Rizal (vokalis Armada) pernah ngefans sama F4, jadi ya lagunya bisa sama gitu nadanya. Bahkan di YouTube pun ada orang iseng yang menggabungkan video Armada dan F4, tapi saat kulihat bisa pas begitu. Aku akan menyematkan 2 video yang berbeda pada tulisan ini, yaitu video liriknya Armada "Asal Kau Bahagia" dan video klip F4 "Liu Xing Yu". Berikut videonya :

Video lirik Armada - Asal Kau Bahagia




Video klip F4 - Liu Xing Yu





Bagaimana ? Merasa ada yang sama kan ? Lumayan deh bisa bernostalgia lagi dengan F4 yang sempat booming saat aku masih SD. Terima kasih Armada. Oke. Segitu dulu dariku. Selamat malam dan selamat beristirahat.

Senin, 29 Juni 2020

Salju atau Zivilia?

Sebelumnya mohon maaf, ini bukan voting suka band Salju ataupun Zivilia. Tulisan ini akan membahas kebingungan kita pada tahun 2009 silam. Pasti kalian tahulah lagu Aishiteru milik Zivilia. Lagu tersebut pernah diperdengarkan di sebuah radio swasta di Jogja pada saat itu, tapi sayangnya sang penyiar malah menyebut bahwa lagu itu miliknya Salju yang berjudul Jembatan Kenangan. Mungkin di playlist radionya bertuliskan "Salju - Jembatan Kenangan.mp3". Anggapanku tentang bahwa ini lagunya Salju ini tidak berlangsung lama setelah aku beradu agumen sama teman sekelasku dan karena juga vokalisnya memiliki suara yang berbeda dengan Herman, vokalis Salju. Dari segi aransemen musiknya pun juga tidak sama, tidak seperti lagu Terbaik dan Terindah yang disangka lagunya Peterpan dan ternyata lagunya Asoka. Pada bagian intro lagu tersebut terdapat sebuah alunan piano yang sangat indah sedangkan pada lagu-lagu dari grup band Salju sama sekali tidak ada alunan piano tersebut, dan juga tidak ada cengkok Melayunya yang biasanya ada pada grup band Salju. Aku pun terheran-heran saat mendengarkan lagu tersebut di radio Best FM Yogyakarta. Akupun berkata sambil terheran-heran "Masa iya, lagunya Salju begini?". Akhirnya saat di sekolah, aku mendapatkan informasi bahwa ini lagunya Zivilia yang berjudul Aishiteru setelah aku beradu argumen dengan teman sekelasku tentang lagu itu. Saat aku mencari lagu itu di situs 4shared (situs download lagu yang populer saat itu) dengan kata kunci "salju jembatan kenangan", hasilnya pun banyak sekali file lagu yang ada sesuai dengan kata kunci tersebut. Akhirnya salah satu hasil itu aku klik dan aku download. Saat aku putar, dan benar adanya bahwa lagu tersebut terdengar seperti lagu yang diputar di radio saat itu dengan judul yang sama. Saat aku lihat di Winamp, ternyata judulnya bukan Jembatan Kenangan, melainkan Aishiteru. Artisnya pun juga bukan Salju, melainkan Zhifilia (mungkin itu nama awal dari Zivilia yang kita kenal saat ini). Penasaran dengan lagunya, ini dia lagunya :




Kalau menurutku, lagu di atas mungkin mungkin versi awalnya lagu Aishiteru. Lagu itu aku ambil dari situs 4shared. Karena kejadian ini sudah 11 tahun berlalu dan situs 4shared sudah tidak populer lagi seperti dulu, maka lagu ini pun hanya sedikit yang ada di situs tersebut. Pada akhirnya setahun kemudian, Zivilia pun merilis lagu itu lagi dengan aransemen yang tidak jauh berbeda di bawah label Nagaswara. Lagu tersebut dirilis ulang saat aku masih duduk di bangku kelas 1 SMA. Berikut videonya :




Sekian dulu untuk hari ini. Semoga kita diberikan kesehatan di saat pandemi Covid 19 ini. Sekian dan terima kasih.

Sabtu, 27 Juni 2020

Terbaik dan Terindah itu ternyata bukan lagunya Peterpan

Dimana tempatmu, disitu naungku
Biarkan ku mampu berjalan sendiri, tanpa kau coba menuntunku

Kalian pasti tahulah sepenggal lirik lagu di atas. Lirik lagu tersebut adalah lirik lagu yang berjudul "Terbaik dan Terindah". Lagu tersebut adalah lagu yang disangka lagu dari Peterpan (sekarang NOAH), karena suara vokalis dari band yang menyanyikan lagu ini hampir mirip dengan suaranya Ariel. Waktu aku sering nongkrong di warnet sekitar tahun 2008 ataupun 2009, lagu ini adalah salah satu lagu yang ada di komputer warnet saat itu. Nama file dari lagu itu adalah "Peterpan - Terbaik Dan Terindah.mp3". Waktu aku putar, aku semakin yakin bahwa ini suaranya Ariel. Judul lagu itu sempat dijadikan tema acara ulang tahun Global TV (sekarang GTV) yang saat itu berulangtahun yang ke-6 pada tanggal 8 Oktober 2008. Saat acara ulang tahun itu, pihak stasiun TV swasta tersebut mengundang beberapa grup musik yang terkenal pada saat itu, termasuk Peterpan. Dalam hati akupun berkata, "Mungkin nanti Peterpan menyanyikan lagu Terbaik dan Terindah". Saat aku tonton, mana nih? Kok Peterpan nggak menyanyikan lagu Terbaik dan Terindah? Saat itu, Peterpan malah membawakan lagu Cobalah Mengerti, tapi saat itu aku masih yakin bahwa ini lagunya Peterpan. Karena aku suka sama lagu-lagunya Peterpan, akupun meng-copy lagu itu ke dalam flash disk untuk diputar di rumah karena saat itu di rumahku juga ada komputer, tapi minus koneksi internet. Aku putar berulang-ulang dan aku semakin yakin bahwa ini lagunya Peterpan.

Pada tahun 2017, aku putar lagi lagu ini lewat streaming YouTube. Aku putar lagu itu sambil baca-baca komentar kalau ternyata bukan hanya aku yang saat itu tertipu dengan lagu itu. Banyak sekali yang mengira bahwa ini lagunya Peterpan, tetapi ada juga yang berkomentar bahwa ini lagunya Asoka, grup musik dari Sangatta, Kalimantan Timur. Betapa terkejutnya aku, ternyata selama 8 ataupun 9 tahun aku tertipu dengan lagu ini karena suara yang menyanyikan lagu ini mirip dengan suara Ariel. Bukan hanya suara vokalisnya saja, tetapi aransemen musiknya pun hampir sama dengan aransemen musik Peterpan. Pantas saja setiap konser, Peterpan ataupun NOAH tidak pernah membawakan lagu ini. Buat kalian yang penasaran dengan lagunya, berikut videonya :




Kita kena prank saudara-saudara. Bagi kalian yang suka nongkrongin warnet sekitar tahun 2008/2009, dan mengira bahwa lagu ini adalah lagunya Peterpan, kalian tidak sendiri. Ini mutlak seluruh Indonesia ada yang kena prank. Sembilan tahun bro kena prank. Baik. Sekian dulu ya. Mohon maaf apabila ada kesalahan. Selamat bermalam Minggu.

Jumat, 26 Juni 2020

Selamat jalan ibu Noor Parida

Ridwan Kamil Turut Ucapkan Duka Cita atas Meninggalnya Ibu Noor Parida: Jempolmu Memotivasi

Bagi kalian yang lahir di tahun 90-an mungkin tidak asing lagi dengan sosok ibu yang satu ini. Ibu ini selalu menghiasi layar kaca televisi kita saat akan ditayangkannya beberapa acara di RCTI pada tahun 1996 sampai dengan 1998. Baru aku ketahui bahwa ibu ini bernama ibu Noor Parida. Beliau asal Banjarmasin. Pada hari Kamis, 25 Juni kemarin, ibu Noor Parida telah tutup usia pada usia 66 tahun di Banjarmasin. Bagi kalian yang ingin melihat video saat ibu Noor Parida mengacungkan jempolnya, silahkan lihat di bawah ini :




Bahkan video itu juga sempat diparodikan oleh Project Pop. Video itu juga diproduksi oleh RCTI dalam bentuk parodi. Berikut videonya :




Bagaimana ? Berasa nostalgia kan ? Tapi sayangnya video ini sudah tidak ditemui lagi saat kita menonton RCTI saat ini. Buat ibu Noor Parida, semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT dan bagi keluarga yang ditinggalkannya diberikan ketabahan. Senyummu dan acungan jempolmu selalu teringat dalam memoriku. Selamat jalan ibu RCTI Oke.

Rabu, 17 Juni 2020

Samsons telah memberikan "Kenangan Terindah" untuk masa anak-anak hingga remajaku

Varians Created: Download Free Samsons - Self Titled (2009)

Siapa yang tak kenal grup musik satu ini? Ya, grup musik ini bernama Samsons. Lagu apa yang kalian ingat dari band ini? Aku yakin pasti pada menjawab Kenangan Terindah. Memang betul band ini populer dengan lagu "Kenangan Terindah"-nya yang sedikit agak mellow dan memiliki lirik yang romantis. Saat salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia bekerjasama dengan MTV Indonesia, video klip lagu ini pun sering muncul di televisi. Saat itu, aku masih duduk di bangku kelas 5 SD (2005) dan bakatku menyanyi pun sudah terlihat sejak itu. Saking terkenalnya grup band itu, sampai-sampai temanku pun ada yang memintaku untuk menyanyikan lagu itu di sekolah. Saat itu, aku berlagak seperti orang menyanyi di panggung sambil menyanyikan lagu itu. Saat itu, aku hanya nyanyi saja tanpa memainkan alat musik karena saat itu aku belum menguasai satu alat musik pun seperti sekarang (kalau sekarang, silahkan saja menyanyi sambil memainkan gitar atau piano). Saat itulah, aku mulai suka dengan lagu itu sampai-sampai saat bapakku bertanya, "Mau hadiah apa saat aku sunat nanti ?". Akupun saat itu hanya minta hadiah kaset dari 3 band yang populer saat itu, Samsons, Ungu, dan Kerispatih. Akhirnya bapakku memberikan kaset Samsons dan Ungu setelah aku melaksanakan prosesi sunatnya. Padahal aku mintanya 3 kaset, tapi tak apalah 2 kaset dulu. Akhirnya, dua kaset itu beserta tape recorder yang dibawa bapakku dari rumahku di Bantul menjadi hiburanku saat aku karantina (bukan karantina karena sakit Corona lho) setelah sunat karena saat itu aku belum ada smartphone (kalau anak sekarang pasti habis disunat main Mobile Legend ya?). Aku sunatnya di Condongcatur (rumah yang sekarang aku tempati sama mbah uti) karena saat itu rumahku di Bantul rusak parah akibat gempa Jogja 2006 yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006, dan kebetulan aku sunatnya tanggal 7 Juli 2006 (2 bulan setelah gempa). Beberapa teman atau kerabat yang menjenguk pun juga sedikit terhibur dengan kaset yang aku putar itu, apalagi anaknya bulik Yati (adiknya bapakku) yang pertama karena kebetulan usia kami hanya terpaut satu tahun. Setahun kemudian, saat itu aku duduk di bangku kelas 6 SD. Samsons kembali hadir dengan lagu "Kisah Tak Sempurna" dan lagi-lagi video klipnya muncul di TV dan lagunya pun juga sering diputar di radio-radio. Aku mulai suka lagi dengan lagu itu tetapi aku tidak membeli kasetnya, melainkan hanya mendengarkan di radio yang ada di handphone-ku Nokia 6030 (yang kemudian tahun 2008 kecebur di bak mandi karena kecerobohanku). Pindah saluran manapun pasti ada lagu itu. Saat Bams keluar dan digantikan oleh Aria Dinata, akupun jarang mendengarkan lagunya Samsons. Saat itu lagu Samsons yang terkenal adalah Diujung Jalan. Andai saja Bams mau bereuni atau comeback, pasti bisa mengobati kerinduan para remaja tahun 2006-an. Semoga saja Bams mau bereuni dengan Samsons seperti Pongki dan Icha yang tahun lalu bereuni dengan Jikustik.

Sabtu, 13 Juni 2020

Suara misterius pengantar warta berita yang melegenda jarang terdengar lagi saat ini

Bagi kalian yang lahir tahun 90-an, mungkin sudah tidak asing dengan suara yang nadanya diambil dari lagu wajib nasional Rayuan Pulau Kelapa karya Ismail Marzuki. Aku pertama kali mendengar suara itu sekitar tahun 1999 pada siang hari sekitar jam 12. Saat itu aku masih berusia 6 tahun dan menganggap suara itulah yang menyeramkan. Saat aku mendengar suara itu, aku langsung lari pulang ke rumah. Suara itu selalu muncul setiap akan dibacakan warta berita dari RRI Pro 3 Jakarta yang siarannya bisa didengarkan melalui RRI di seluruh Indonesia, termasuk Yogyakarta. Sayangnya, saat ini suara yang melegenda dan penuh kenangan itu sudah tidak ada lagi. Suara itu terdengar terakhir kali di radio sekitar tahun 2007, saat aku sudah lulus SD dan menantikan pendaftaran masuk SMP. Jika kalian ingin mendengarkannya, berikut aku kasih videonya :




Suara ini juga ditampilkan dalam suatu adegan di sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Berikut videonya (biar agak terdengar, aku sarankan pakai headphone atau headset soalnya suaranya kecil) :




Saat ini, suara itu hanya menjadi kenangan. Meskipun suara itu masih ada, tetapi suara itu sudah direkam ulang dengan aransemen orkestra dan hanya bisa terdengar di RRI Pro 3 Jakarta, tidak ditangkap oleh siaran RRI di Yogyakarta (kalau RRI yang lain entahlah). Jadi, bagi seseorang yang masih anak-anak pada tahun 90-an sepertiku ini hanya bisa mengenang suara itu tanpa bisa mendengarkannya lagi di radio, kecuali untuk pendengar RRI yang ada di Jakarta dan sekitarnya. Tapi bagi kalian yang ingin mendengarkan suara itu lagi, bisa mendengarkannya di YouTube. Saking legend-nya, suara itupun aku gunakan untuk alarm jam 3 pagi buat membangunkanku sahur bulan puasa kemarin. Sekian dan terima kasih.