Total Tayangan Halaman

Sabtu, 04 Juli 2020

Kadang aku iri sama teman-teman kuliahku dulu yang saat ini sudah menikah

Aku ingin bercerita tentang apa yang ada di dalam pikiranku ini. Saat ini, usiaku sudah mau menginjak 27 tahun. Kebanyakan orang pada usia tersebut rata-rata sudah pernah menikah, sedangkan aku belum. Teman-teman kuliahku kebanyakan telah berumahtangga di usianya yang rata-rata masih 25 tahun. Kadang aku iri sama mereka. Sebenarnya aku ingin sih seperti mereka, tapi nanti anak sama istri mau dikasih makan apa? Sedangkan aku belum bekerja dan belum memiliki penghasilan tetap. Aku hanyalah seorang penulis dan guru Bahasa Inggris di sebuah bimbel, apakah anak sama istriku mau aku kasih makan kertas dan tinta? Kan tidak. Sedangkan jadi pengajar Bahasa Inggris saat ini honornya tidak seberapa karena hanya mengandalkan siapa yang ingin les bahasa Inggris saja. Bapakku pun juga telah mendesakku untuk segera mempunyai pacar dan menikah, tapi apalah dayaku. Aku bilang saja terus terang kalau alasanku belum menikah karena aku masih belum bisa menafkahi keluarga. Aku memang tidak seberuntung teman-temanku. Karena yang menikah kebanyakan perempuan, jadi tidak pernah berpikir bagaimana caranya mencari nafkah. Yang mereka pikirkan hanya mengurus anak, dan juga mengurus rumah sedangkan aku laki-laki yang harus bertanggungjawab menafkahi anak istri.

Sudah beberapa kali usaha yang aku lakukan. Aku sudah mengirimkan surat lamaran kerja ke beberapa tempat namun sama sekali tidak ada tindaklanjutnya. Karena aku cuma punya ijazah D3, aku tidak bisa menjadi guru di sekolah. Kadang aku menyalahkan masa laluku yang masalah mau kuliah tapi dipersulit oleh ibuku sendiri. Padahal aku memiliki kemampuan bahasa Inggris, mengapa aku malah didaftarkan ke jurusan Seni Musik, bukannya ke jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan nanti kalau aku lulus bisa melamar ke sekolah-sekolah. Mau SMA Negeri, ataupun SMA Muhammadiyah yang penting jadi guru di sekolah. Kalau aku melamar pekerjaan di bidang lain, sama sekali aku tidak memiliki pengalaman, kecuali mengajar karena dulu kegiatannya hanya kuliah saja tanpa aku imbangi dengan bekerja, hanya saja pernah ada seseorang yang pernah memintaku untuk mengajar les bahasa Inggris. Kadang ada rasa menyesal tetapi nasi telah menjadi bubur. Menyesal pun tiada guna dan hidup pun terus berjalan. Aku berharap aku bisa mendapatkan titik terang atas semua masalahku ini. Sekarang aku telah melanjutkan kuliah di jurusan S1 Sastra Inggris setelah aku lulus dari D3 Bahasa Inggris. Semoga setelah aku lulus S1 nanti, ada lowongan pekerjaan yang bisa aku isi sesuai dengan disiplin ilmu yang aku peroleh di perkuliahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar