| Ilustrasi warung internet (warnet). (sumber : hipwee.com) |
Pada era sekarang, sudah jarang ditemui beberapa warung internet yang beroperasi di pinggir jalan. Semua sudah tergantikan oleh smartphone yang telah dimiliki hampir semua orang yang memiliki fitur akses internet seperti mengakses internet dengan komputer di warnet. Hal ini sangatlah berbeda dengan beberapa tahun yang lalu saat teknologi belum secanggih saat ini.
Bagi anak-anak remaja yang tumbuh di era 2000-an, pasti sangat mengenal istilah warung internet atau warnet. Apakah kalian sering main ke warnet setelah pulang sekolah? Jika iya, berarti kita seumuran. Pada tahun 2008, warnet adalah tempat yang paling ramai dikunjungi di daerahku. Berbagai kalangan sering datang ke tempat itu secara bergantian hingga malam hari. Saat itu, mengunjungi warnet adalah suatu hal yang menyenangkan karena mengakses internet tidak semudah saat ini karena sudah ada WiFi. Hanya dengan uang 2.000 sampai 3.000 rupiah, semua orang sudah bisa akses internet di warnet. Namun hal yang menyebalkan adalah jika tiba pada saat malam Minggu. Warnet sangat penuh sekali dan harus menunggu satu jam jika tidak ada antrian. Kalau ada antrian, ya bisa berjam-jam. Namun aku pernah beruntung bisa akses internet di warnet pada saat malam Minggu. Karena aku akses internetnya pada jam 6 sore, maka belum ada antrian karena biasanya antriannya di atas jam 7 malam. Pada saat itu, rata-rata yang akses internet adalah anak muda. Beruntung aku bisa dapat bilik komputer jam segitu sehingga aku bisa akses media sosial pada waktu itu, Friendster.
Jika kalian bertanya-tanya apa itu Friendster? Friendster adalah media sosial yang paling banyak digunakan pada masa itu sebelum akhirnya ada Facebook, Twitter, dan Instagram pada masa sekarang. Fiturnya pun sama dengan ketiga media sosial tersebut, yaitu bikin status, dan posting foto. Namun saat ini, warnet tinggallah kenangan. Beberapa warnet yang ada di daerahku telah gulung tikar karena telah tergeser oleh teknologi WiFi yang sudah dipasang di tempat-tempat umum. Meskipun warnet telah tiada, namun kenangannya masih ada di dalam ingatan penggunanya dulu. Malam Minggu rasanya kurang jika tidak main ke warnet, kalau menurutku sih. Kalau kalian gimana nih pengalaman kalian dulu waktu main ke warnet? Boleh diceritakan di kolom komentar. Sekian dulu dari saya dan selamat bermalam Minggu.