Pada 22 Desember 2018, Miracle Of Destruction tampil di acara "Honda Sport Motoshow 2018". Aku dan teman-teman satu bandku saat itu berangkat dari Yogyakarta menuju lokasi manggung di Pabrik Gula Colomadu sekitar pukul 13.00 dengan mengendarai mobil. Kami menempuh perjalanan selama sekitar satu sampai dua jam karena kondisi jalan yang begitu padat saat melewati Klaten. Kami sampai di lokasi pun sekitar pukul 15.00, dan band kami dijadwalkan main sekitar pukul 17.00. Kami membawakan kira-kira dua lagu, yaitu "Negeriku" (lagu karya kami sendiri), dan "Enter Sandman" (lagu karya grup musik rock asal Amerika, Metallica). Kami pun turun panggung kira-kira pukul 17.30 dan kami pun santai sejenak sambil menikmati suasana yang ada di tempat itu seperti melihat pameran motor. Pukul 18.00, kami meninggalkan Pabrik Gula Colomadu dan melakukan perjalanan pulang ke Yogyakarta. Sesampainya di Sukoharjo, kami singgah sebentar untuk makan di sebuah restoran cepat saji sembari berbincang-bincang. Sekitar pukul 20.00, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta dan akhirnya kamipun sampai di Yogyakarta sekitar pukul 22.00. Sesampainya di rumah manajer band yang lokasinya di Giwangan, akupun mengambil motor dan helm lalu aku pulang menuju rumahku di Condongcatur.
Keesokan harinya, pada pukul 05.30 seusai sholat subuh, aku membuka Instagram-ku dan betapa terkejutnya aku saat melihat postingannya mas Erix Soekamti, vokalis dan bassistnya Endank Soekamti. Mas Erix mengunggah postingan di Instagram yang menuliskan bahwa grup band Seventeen terkena ombak saat sedang manggung di Pantai Carita (berdasarkan postingan itu). Dalam hatipun aku berkata, "Semoga pada baik-baik saja". Saat aku menonton televisi pada pukul 07.00, salah satu stasiun televisi itu memberitakan tentang bencana yang menimpa grup band Seventeen itu. Bersamaan dengan itu, beredar pula video kejadian itu di WhatsApp. Ternyata, ekspektasiku saat itu lain dengan kejadian sebenarnya. Tersiar kabar di Facebook bahwa Seventeen telah kehilangan Bani (bassist) dan Oki (road manager). Itulah berita yang aku baca di internet bahwa Bani dan Oki telah ditemukan meninggal dunia. Beberapa jam kemudian Herman (gitaris) dan Ujang (crew) juga ditemukan meninggal. Keesokan harinya pada tanggal 24 Desember 2018, ditemukan lagi personil Seventeen yang meninggal dunia, yaitu Andi (drummer). Istri Ifan (vokalis) yang bernama Dylan Sahara juga ditemukan meninggal pada hari itu juga. Hanya Ifan yang selamat dan masih hidup sampai saat ini. Selain Seventeen, pelawak kondang Aa Jimmy juga ditemukan meninggal dunia bersama dengan istri dan kedua anaknya. Hanya anaknya yang nomor 3 yang selamat karena saat itu ia berada di hotel bersama pengasuhnya. Selamat jalan untuk para korban yang aku sebutkan tadi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar