Total Tayangan Halaman

Rabu, 09 Februari 2022

Virus Corona telah menyerang keluargaku

 Pada hari ini, 9 Februari 2022, merupakan hari yang tidak terduga bagiku. Hari ini rencananya mbah uti (nenekku) seharusnya sudah opname di Rumah Sakit Akademik UGM karena keesokan harinya akan dilakukan operasi agar jantungnya tidak bocor lagi. Setelah sampai di rumah sakit, kami langsung test swab antigen. Aku juga ikut test swab dikarenakan aku akan menunggui mbah uti pada malam hari itu juga. Aku berangkat dari rumah sekitar pukul 7 pagi karena jam 8 harus sampai di sana. Aku berangkat sama mbah uti dengan menggunakan mobil yang dikendarai oleh bapakku. Namun setelah sampai di tempat pendaftaran, berkas yang akan digunakan oleh mbah uti untuk persyaratan opname ketinggalan. Akupun lalu mengambilnya dengan diantarkan oleh bapak. Setelah aku mengambil berkas persyaratan yang diperlukan, aku dan bapakku pun lalu mampir sejenak ke warung Padang untuk sarapan karena kebetulan sedari rumah aku belum sarapan. Setelah selesai sarapan, perjalanan berlanjut ke rumah sakit. Di sana, mbah uti masih menunggu berkas yang diperlukan ditemani oleh mbak Dewi (bibiku yang kebetulan bekerja sebagai perawat di rumah sakit itu).

Setelah berkas lengkap semua, akhirnya aku dan mbah uti langsung diantarkan menuju tempat untuk test swab yang berada di belakang rumah sakit, tepatnya di seberang parkiran mobil. Kami pun akhirnya melakukan test swab. Setelah test swab, akupun segera pulang ke rumah untuk mengambil motor dan barang-barang keperluanku untuk bermalam di sana. Namun saat aku mempersiapkan segala keperluanku, aku mendapatkan pesan di grup WhatsApp keluarga dari mbak Dewi bahwa hasil test swab antigen mbah uti menunjukkan positif dan hasil test swab antigenku negatif. Untung saja saat itu, aku masih di rumah dan belum berangkat ke sana karena saat itu, aku menunggu telepon dari mbah uti. Akhirnya, operasinya mbah uti diundur sampai batas waktu yang belum ditentukan. Aku sangat terkejut bahwa virus Corona telah menyerang keluargaku lagi. Setelah adikku terpapar virus yang dari China ini pada bulan Oktober 2021, sekarang mbah uti yang terpapar virus Corona, namun tanpa gejala. Ini ceritaku tentang keluargaku yang terpapar virus Corona. Akupun berusaha untuk tenang dan tidak panik setelah mendengar kabar bahwa mbah uti yang usianya telah mencapai 72 tahun terpapar virus Covid-19. Sekian dulu ya ceritanya. Tetap semangat untuk orang-orang yang terpapar virus Covid-19 dimanapun kalian berada. Semoga lekas pulih bumiku. Tetap lakukan protokol kesehatan ya karena pandemi ini belum berlalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar