Total Tayangan Halaman

Jumat, 22 Mei 2020

Menulis skenario itu menyenangkan

Kalian suka menonton film atau sinetron ? Pernahkah kalian beranggapan bahwa cerita di film atau sinetron yang kalian tonton itu bagus dan menarik ? Film itu terlihat bagus dan menarik karena jalan ceritanya yang menarik untuk diikuti dan juga para pemainnya yang totalitas dalam memerankan suatu karakter. Tidak hanya itu, skenario pun juga sangat berguna dan membantu dalam proses produksi film. Dalam hal itu, penulis skenario pun adalah pekerjaan yang penting dalam hal ini selain sutradara dan produser. Meskipun pekerjaan itu adalah profesi lepas, tetapi menulis skenario itu  adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan buat kalian yang memiliki hobi menulis dan bercerita. Tidak ada pendidikan khusus mengenai hal ini, bahkan sampai sekarang saya baru menemukan beberapa penulis skenario yang lulusan sekolah film seperti Hanung Bramantyo, dan Garin Nugroho. Rano Karno pun saat menulis skenario Si Doel Anak Sekolahan juga bukan lulusan sekolah film karena dia setamat SMA langsung main film. Menulis skenario itu bisa dipelajari secara otodidak atau bisa juga dengan mengikuti kursus pembuatan film. Kalau aku dulu sih belajar menulis skenarionya itu saat aku kuliah di jurusan D3 Bahasa Inggris. Jadi waktu aku kuliah dulu, aku dibekali keterampilan menulis skenario oleh pihak kampus. Keterampilan itulah yang aku gunakan sampai sekarang. Kalau misalnya pas ada ide untuk menulis cerita, langsung deh aku tulis dalam skenario. Beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan ide untuk menulis skenario film setelah aku menonton sinetron Hidayah yang dulu pernah tayang di televisi. Skenario yang baru saja aku tulis ini menceritakan seorang anak yang durhaka kepada ibunya dan rencananya akan aku kirimkan ke sebuah PH di Jakarta. Berikut contoh skenario yang aku tulis :

Cuplikan skenario film Anak Baik dan Anak Durhaka

Nah, kalian sudah sedikit mengerti kan apa itu yang namanya skenario. Buat penulis skenario yang sudah berpengalaman, yang kebetulan sedang membaca postinganku ini mohon koreksinya apakah skenario yang aku buat sudah benar, karena saya juga masih belajar. Buat yang mau mencoba menulis skenario film seperti aku, selamat mencoba dan jangan takut. Urusan nanti diterima sama PH atau tidaknya, itu urusan belakangan. Aku juga pernah mengalami penolakan seperti itu. Dulu aku pernah menawarkan skenario film tentang perang saat Agresi Militer Belanda II di Yogyakarta ke sebuah PH di Jogja, tapi akhirnya ya skenario itu kembali lagi ke penulisnya. Sebelum menulis, kalian tentukan dulu tema yang akan diangkat dalam skenario kalian misalnya seperti punyaku tadi, anak durhaka. Tentukan plotnya secara urut dan jangan tergesa-gesa untuk selesai. Kalaupun masih buntu, ya sudah. Biarkan saja sampai kalian mendapatkan ide lagi untuk adegan selanjutnya. Oke, segitu dulu dari aku. Mohon maaf apabila ada kesalahan. Silahkan kalau ada komentar bisa ditulis di kolom komentar. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar