Perkembangan teknologi sudah semakin pesat. Saat ini, kita bisa mengakses internet dimana saja menggunakan perangkat smartphone dan laptop. WiFi bisa ditemukan dimana saja seperti di cafe, perpustakaan, bahkan barbershop pun juga menyediakan WiFi. Kampus-kampus maupun sekolah saat ini pun menyediakan fasilitas WiFi yang bisa diakses oleh guru/dosen, dan siswa/mahasiswa. Keberadaan WiFi dan juga smartphone saat ini membuat sebagian orang enggan pergi ke warnet. Maka tidak heran jika beberapa bilik warnet terlihat kosong. Aku masih ingat sekitar tahun 2008, warnet selalu penuh dengan orang-orang yang mengakses internet apalagi kalau pas malam Minggu. Bahkan aku pernah menunggu 1 jam demi bisa mengakses internet. Saat itu, aku masih kelas 2 SMP. Aku pun saat itu rela menyisihkan uang jajanku selama beberapa hari agar bisa mengakses internet di warnet. Situs web yang aku akses saat itu adalah jejaring sosial Friendster (pendahulunya Facebook). Disitu kita bisa melakukan interaksi dengan teman-teman yang juga menggunakan Friendster, sama seperti kalau menggunakan Facebook. Kita juga bisa menampilkan foto-foto kita yang lucu-lucu juga seperti kalau saat ini menggunakan Instagram. Terkadang kalau di warnet itu, kita sampai lupa waktu, bahkan bisa satu jam lebih. Saat itu, biaya akses internetnya adalah 2.000 rupiah per jamnya. Jadi, kalau lupa waktu kadang bisa sampai 2 jam. Makanya dulu waktu aku akses internet, aku tidak lupa untuk mengecek waktunya. Karena semakin lama kita menggunakannya, semakin banyak lagi biaya yang harus dikeluarkan. Selain Friendster, situs web yang aku akses saat itu adalah YouTube. Saat itu, YouTube belum populer seperti sekarang. Orang yang mengupload video di YouTube pun masih jarang, bahkan mencari video klip di YouTube saja masih susah. Aku saja punya channel YouTube sejak tahun 2010. Aku tidak tahu masih duluan mana channel YouTube-ku sama channel YouTube-nya Atta Halilintar dan Ria Ricis. Saat ini pun kadang aku masih melihat kalau warnet belum kehilangan penggunanya. Pengguna yang saat itu aku lihat adalah anak kecil yang sedang bermain game online. Berbahagialah kalian yang mungkin sudah punya smartphone sehingga bisa untuk mengakses internet menggunakan WiFi ataupun kuota internet. Jadi, kalian tidak harus repot-repot mengantre 1 jam hanya untuk mengakses internet di warnet. Tulisan ini aku buat bukan untuk membandingkan bahwa jaman sekarang lebih enak dari pada jamanku sekolah dulu, tetapi tulisan ini aku buat untuk membagikan pengalamanku kepada kalian yang mungkin pada saat itu, kalian belum lahir atau masih anak-anak saat warnet masih banyak digunakan orang dan sebelum WiFi berada di bumi ini. Silahkan buat yang memiliki pengalaman yang sama dengan aku, bisa kalian tulis di kolom komentar. Terima kasih dan selamat menjalankan ibadah puasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar