Total Tayangan Halaman

Minggu, 26 Juli 2020

Dulu anak SD tidak boleh punya HP sendiri, sekarang anak SD harus punya HP sendiri untuk sekolah

Di masa pandemi Covid-19 ini, sektor di segala bidang termasuk bidang pendidikan melakukan aktivitasnya secara online (daring). Beberapa siswa pun juga melakukan pembelajaran secara online melalui ponsel pintarnya. Untuk orang yang secara ekonomi mampu, mungkin tidak masalah. Namun jika untuk orang yang secara ekonomi masih mengalami kekurangan, maka akan menjadi masalah. Saat ini, handphone sepertinya adalah barang wajib yang dimiliki semua orang dari berbagai profesi, termasuk pelajar. Dulu waktu aku masih SD, aku minta orang tua untuk dibelikan handphone tetapi tetap saja orang tua tidak mau membelikan meskipun sampai merengek. Saat itu aku minta dibelikan handphone dikarenakan teman sepermainanku dulu sudah punya handphone. Alasan orang tuaku saat itu adalah anak kecil tidak boleh membawa handphone. Saat itu, aku sedang duduk di bangku kelas 4 SD sekitar tahun 2004. Untungnya saat itu belum ada pandemi Covid-19 jadi masih bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Handphone pun belum seperti sekarang. Saat itu, handphone masih hanya bisa digunakan untuk telepon dan SMS tetapi sudah menjadi barang yang mewah. Mungkin saja kalau pandemi Covid-19 sudah terjadi pada tahun 2004, mungkin kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan lewat telepon dan SMS. Aku kira itu tidak mungkin. Masa iya seorang guru dengan siswa yang lumayan banyak dari beberapa kelas mau menelepon murid-muridnya panjang lebar untuk menjelaskan pelajaran? Berapa banyak pulsa yang dihabiskannya? Saat itu juga belum ada WhatsApp seperti sekarang yang memberikan fasilitas menelepon dan mengirimkan pesan secara gratis, bahkan bisa video call. Mungkin yang merasakan pada jaman itu  pasti tahulah. Memang saat itu rata-rata siswa di sekolahku jarang yang memakai handphone termasuk aku. Karena mungkin saja karena sekolahku dulu di perkampungan jadi ya siswa-siswanya pun rata-rata dari golongan yang kelas ekonominya menengah ke bawah. Meskipun dari golongan yang menengah ke bawah, tapi jangan salah. Siswanya pun ada yang sudah diterima di sebuah universitas negeri di Yogyakarta. Saat ini, dia juga masih tinggal di desaku karena kebetulan dia adalah tetanggaku. Hanya aku yang sudah tinggal di desa yang agak jauh karena kondisi yang darurat pada awal tahun 2018 silam. Beruntunglah kalian yang hidup di masa ini masih bisa belajar meskipun hanya lewat online. Jaman aku sekolah dulu, tidak ada yang namanya sekolah online. Saat gempa bumi tanggal 27 Mei 2006 saja, sekolah diliburkan tanpa adanya pembelajaran apapun. Semua gurunya sibuk menyelamatkan dirinya dan keluarganya masing-masing. Saat itu hari Sabtu masih ada kegiatan belajar mengajar karena saat itu sekolah berlangsung 6 hari (kalau sekarang sekolah ada yang 5 hari). Seharusnya saat itu ada kegiatan belajar mengajar, tetapi diliburkan secara mendadak karena bencana itu. Sama kan dengan saat ini? Tetapi kalau saat ini sekolah diliburkan karena pandemi Covid-19. Itu saja sedikit cerita dariku. Tidak perlu aku ceritakan lagi kapan akhirnya aku dibelikan handphone karena sudah ada di postingan sebelumnya yang berjudul "Handphoneku dari tahun 2007 sampai 2010". Baik, sekian dulu dariku dan tetap semangat untuk belajar walaupun di rumah. Untuk pak Nadiem Makarim, tolong dipertimbangkan lagi bagaimana caranya anak yang tidak memiliki gadget supaya bisa mengikuti kegiatan belajar lagi. Terima kasih dan selamat berakhir pekan.

Minggu, 19 Juli 2020

Handphoneku dari tahun 2007 sampai 2010

Saat ini, handphone sudah menjadi barang yang dibutuhkan untuk melakukan komunikasi jarak jauh. Handphone mulai diperkenalkan sekitar tahun 2000 (kalau menurutku sih). Hanya saja, pada tahun itu, hanya orang-orang tertentu yang menggunakannya. Saat itu, aku yang masih berusia 7 tahun pun dilarang memilikinya karena handphone tidak diperuntukkan untuk anak-anak. Kalau mau main game pun harus meminjam hp punya bapak. Pada tahun 2007, aku baru diperbolehkan untuk memiliki handphone sendiri karena saat itu aku sudah lulus SD dan mau memasuki SMP. Pernah beberapa kali aku ganti hp, itupun karena rusak. Berikut daftar handphone yang pernah aku miliki.

1. Nokia 6030

PULSA - Spesifikasi Nokia 6030 - Nokia 6030

Handphone ini aku miliki pada tahun 2007, saat aku telah menyelesaikan Ujian Nasional dan telah dinyatakan lulus. Dengan handphone ini, aku bisa mendengarkan radio, dan main game selain untuk menelepon dan SMS teman. Pada tahun 2008, aku menemukan fitur lain di hp ini yaitu browsing internet dengan jaringan GPRS. Tetapi sayangnya saat aku sedang senang-senangnya browsing internet dan download game, handphone ini kecebur bak mandi karena kelalaianku dan tidak bisa diperbaiki lagi.

2. Nokia 8250
PULSA - Spesifikasi Nokia 8250 - Nokia 8250

Handphone ini sebenarnya handphone yang sudah ada di tahun 2000-an. Om ku dulu juga pernah memilikinya. Aku memiliki handphone ini pada tahun 2008, saat aku duduk di bangku kelas 2 SMP.  Dengan handphone ini, aku menulis SMS dengan huruf yang sedikit alay (bahasa anak jaman sekarang). Handphone ini juga tidak berumur panjang di tanganku karena kerusakan pada speaker setelah tidak sengaja terjatuh di lantai (kalau smartphone sekarang paling ya kaca LCD-nya yang pecah).

3. Nokia 1208
PULSA - Spesifikasi Nokia 1208 - Nokia 1208

Memasuki semester genap di kelas 8 (kelas 2 SMP), aku menggunakan handphone ini. Handphone ini pun lumayan berumur panjang karena aku telah belajar dari pengalaman sebelumnya. Dengan handphone ini, aku hanya bisa mengirim SMS dan telepon saja, tetapi disaat itulah aku memang sedang gila telepon dan SMS untuk sekedar curhat ataupun cerita apapun. Apalagi saat itu XL sedang mengadakan program gratis nelpon ke sesama XL dari jam 12 malam sampai jam 5 pagi, seperti halnya kuota internet malam kalau sekarang. Maklum, saat itu aku telah berusia 15 tahun. Mungkin saja saat itu aku sedang merasakan ketertarikan dengan lawan jenis.

4. Nokia 3230
Harga Nokia 3230 Murah Terbaru dan Spesifikasi | Priceprice Indonesia

Memasuki tahun 2009, aku telah menggunakan handphone ini karena bapakku meminta aku yang memakainya, sedangkan bapakku memakai handphoneku yang sebelumnya. Saat itu aku duduk di bangku kelas 9. Dengan handphone ini, aku bisa mendengarkan radio dan musik, juga bisa browsing internet dengan jaringan GPRS. Saat pertama kali aku memiliki handphone ini, handphone ini belum bisa digunakan untuk internet karena setting GPRS yang gagal terus. Akupun harus pergi ke warnet saat ingin browsing internet. Ada sebuah pengalaman yang tak terlupakan saat aku menggunakan handphone ini, yaitu aku memasukkan lagu Mulan Kwok milik Rendy Jerk yang waktu itu sedang populer di kalangan teman-teman sekolahku. Lagu itu aku temukan di sebuah komputer di warnet, yang kemudian aku copy di kartu memoriku dengan menggunakan card reader. Beberapa hari kemudian, lagu ini dihapus sama bapakku karena memiliki lirik yang tidak baik. Penasaran dengan lagunya, cari saja di YouTube. Handphone ini bisa bertahan sampai aku lulus SMP dan duduk di bangku kelas 10 (kelas 1 SMA).

Itulah tadi handphone yang pernah aku miliki. Meskipun tidak secanggih smartphone sekarang, tetapi handphone tersebut memberikan kesan tersendiri bagi penggunanya. Bagi yang merasa pernah memiliki handphone-handphone tersebut, boleh tulis di kolom komentar. Sekian dan terima kasih. Selamat berhari Minggu.

Misteri Si Doel Anak Sekolahan Musim 5 yang Tak Pernah Ditayangkan di Mana-mana Lagi

si doel anak sekolahan musim 5 si doel anak sekolahan episode 2 musim 2 review sinetron sinopsis jalan cerita mojok.co


Sinetron Si Doel Anak Sekolahan adalah sinetron yang sangat populer pada tahun 1990-an. Sinetron ini pertama kali ditayangkan pada tahun 1994 di stasiun televisi swasta RCTI, dan telah tayang selama 7 musim. Sempat berpindah stasiun televisi dari RCTI ke Indosiar pada saat penayangan Si Doel Anak Sekolahan musim 5 sampai musim 7 (Si Doel Anak Gedongan). Saat ini, sinetron Si Doel Anak Sekolahan kembali tayang di stasiun televisi RCTI sampai pada musim 7, tetapi sayangnya ada yang ganjil.
Setiap saya lihat di televisi, Si Doel Anak Sekolahan musim 5 tidak pernah ditayangkan di RCTI. Jadi, penayangan sinetron itu lompat dari musim 4 ke musim 6, lalu diteruskan ke Si Doel Anak Gedongan. Pernah saya mendapatkan macam-macam informasi terkait tidak ditayangkannya sinetron Si Doel Anak Sekolahan 5. Menurut Rano Karno, sang pembuat sinetron legendaris itu, master file-nya sampai saat ini berada di Indosiar karena stasiun televisi yang menayangkannya adalah Indosiar. Tetapi anehnya, mengapa yang musim 6 dan 7 bisa ditayangkan dengan full episode? Padahal musim tersebut dulu juga ditayangkan di Indosiar. Kok bisa dibeli sama RCTI? Lalu yang musim 5 ke mana?
Lalu saya mendapat informasi lagi bahwa file master-nya rusak dan pihak Karnos Film (rumah produksi sinetron itu) tidak memiliki backup file-nya. Saya masih bingung ini, emangnya master file-nya itu dalam bentuk apa sih? CD? Betamax? Terus itu jumlah episodenya kan 33, apakah dari 33 episode itu rusak semua?
Sinetron Hidayah dan Si Yoyo 1 sampai 3 yang diproduksi antara 2003 sampai 2007 saja masih terlihat bagus dan tidak terlihat ada kerusakan sedikit pun dari videonya. Dua sinetron tersebut saat ini bisa ditonton di YouTube. Masak sinetron yang diproduksi sekitar tahun 2000 sampai 2001 sudah rusak? Padahal selisih waktu produksinya tidak jauh.
Misteri Si Doel Anak Sekolahan musim 5 bikin sejumlah orang penasaran. Simbah uti saya yang suka menonton sinetron itu pun pernah berkomentar, “Masak Sarah udah sampai rumah? Padahal di musim sebelumnya diceritakan baru mau pergi ke Belanda karena ayahnya sakit di sana.” Jadi aneh kan ceritanya.
Topik ini pernah dibahas di salah satu video YouTube. Di video itu saya ikut berkomentar bahwa saya telah mengirim surat kepada Indosiar untuk menanyakan nasib Si Doel Anak Sekolahan musim 5. Banyak sekali balasan komentar meminta saya memberitahukan isi surat balasan dari Indosiar. Tapi apa daya, tidak ada surat yang masuk lewat kolong pintu rumah saya dengan alamat pengirim Indosiar.
Selanjutnya, saya dapat informasi lagi saat saya berkomentar di live Instagram Suti Karno (pemeran Atun dalam sinetron itu) bahwa yang Si Doel Anak Sekolahan musim 5 masih menjadi hak Indosiar. Padahal seperti yang saya jelaskan sebelumnya, musim 6 dan 7 juga haknya Indosiar, tapi sudah beberapa kali tayang di RCTI, bahkan sekarang juga ada di RCTI+ (aplikasi menonton dari MNC Group yang membawahi RCTI, MNC TV, dan GTV). Sinetron Muslimah dan Inayah yang saat ini ditayangkan di ANTV, dulu juga ditayangkan di Indosiar. Tapi kenapa malah bisa tayang di ANTV full episode? Apakah Indosiar sedang berbaik hati memberikan master file sinetron tersebut kepada ANTV?
Terakhir, saya mendapat informasi bahwa master file Si Doel musim 5 hilang. Ini sangat membingungkan karena ada yang bilang rusak, hilang, dan blablabla. Pernah saya mengirim surat juga ke Karnos Film dan RCTI, tapi ya sama seperti saat saya mengirimkan surat kepada Indosiar, tidak ada balasan. Apa jangan-jangan, surat saya tidak sampai karena saya mengirimkannya hanya menggunakan perangko senilai 5 ribu perak?
Akhirnya, saya mengirim email ke RCTI+, dan kali ini ada balasan berisi tautan ke tayangan Si Doel musim 5 di RCTI+. Tetapi balasannya tidak meyakinkan karena waktu saya buka, meskipun bertuliskan musim 5, tetapi yang ada malah musim 6.
Dulu pernah ada informasi bahwa ada yang mengunggah sinetron Si Doel Anak Sekolahan 5 di YouTube dengan judul Si Doel Millenium. Tetapi saat saya cari, sampai saat ini tidak ada. Atau mungkin sudah dihapus kali ya?
Semoga saja nanti jika master file-nya ditemukan (itu pun kalau beneran hilang) bisa segera ditayangkan supaya tidak membuat penasaran pemirsa Si Doel. Siapa tahu lagi bongkar-bongkar arsip, eh tahu-tahu nemu master file Si Doel Anak Sekolahan 5.
(Artikel ini pernah dimuat di Terminal Mojok pada tanggal 21 Juni 2020)

Jumat, 17 Juli 2020

Selamat jalan mpok Omaswati

Komedian Omaswati alias Omas.
Omaswati, pelawak dan seniman lenong Betawi
Tadi malam, saat aku sedang menulis sebuah novel, yang mungkin nantinya akan menjadi novel perdanaku (itupun kalau diterima sama penerbit. Ya semoga saja), handphoneku berbunyi kencang sekali. Saat aku buka, ternyata ada sebuah notifikasi berita duka. Seorang pelawak bernama Omaswati, yang juga seniman lenong Betawi itu telah wafat. Adik bang haji Mandra itu wafat sekitar pukul 19.30 (menurut Mastur, adik almh. Omas yang juga menjadi komedian). Aku tidak menyangka sama sekali malam itu. Memang beberapa kali, beliau tidak tampil di televisi. Beberapa hari sebelum itu, aku menonton sebuah sinetronnya yang berjudul "Omas Jadi Artis" di YouTube. Sinetron itu pernah ditayangkan di stasiun televisi SCTV sekitar tahun 2005. Dalam sinetron itu, almarhumah beradu akting dengan almh. Hj. Nori, atau mpok Nori yang juga berprofesi sebagai pemain lenong. Buat yang mau nonton, silahkan cari sendiri di YouTube ya, karena videonya tidak akan aku sematkan disini. Video yang akan aku sematkan mungkin hanya sebuah video cuplikan waktu beliau masih main lenong bersama H. Malih dan H. Bolot. Berikut videonya:



Video ini kemungkinan diambil pada tahun 1990-an. Yang paling lucu dalam video ini adalah saat almarhumah berbicara dengan H. Bolot, tetapi sayangnya tidak pernah nyambung karena H. Bolot yang selalu tidak mendengar. Selamat jalan mpok Omas. Semoga arwahmu diterima oleh Allah SWT. Karyamu akan selalu ku kenang. Meskipun aku orang Jawa, tetapi aku juga suka lenong Betawi.

Minggu, 12 Juli 2020

Lagu-lagu Indonesia yang populer pada tahun 2007

Setiap lagu memiliki masa untuk populer. Saat lagu tersebut sedang populer, pasti bisa menjadi kesan tersendiri bagi yang mendengarkan pada tahun-tahun tertentu, misalnya lagu-lagu yang populer pada tahun 1980-an seperti lagu-lagunya Chrisye, Nia Daniati, Betharia Sonata, dan Iwan Fals, juga lagu-lagu yang populer pada tahun 1990-an seperti lagu-lagunya Dewa 19, Slank, KLa Project, Padi, Sheila On 7, dan lain-lain pasti meninggalkan kesan tersendiri bagi penikmatnya kala itu. Jika pendengarnya yang mengalami masa muda pada kala itu dan mendengarkannya lagi pada masa sekarang, mungkin bisa saja akan membawa kenangan tersendiri saat lagu tersebut populer. Seperti halnya pendengar lain. Akupun juga memiliki kesan tersendiri dengan lagu-lagu yang populer pada tahun 2007, khususnya lagu-lagu Indonesia. Saat itu, aku telah selesai mengikuti Ujian Nasional dan baru pertama kalinya aku memiliki handphone bermerk Nokia seri 6030. Sambil menunggu waktu pendaftaran siswa baru di jenjang SMP, akupun menggunakan handphone itu untuk mendengarkan radio. Melalui radio, akupun mengetahui beberapa lagu Indonesia yang sering diputar kala itu atau sedang populer. Tidak hanya radio, televisi juga turut andil dalam mempopulerkan lagu-lagu tersebut melalui MTV. Apa saja lagu-lagunya? Berikut daftarnya :

1. Anima - Bintang



2. Five Minutes - Bertahan



3. Ihsan - Bunga (Karena Aku Lelaki)



4. Tompi - Salahkah



5. The Titans - Rasa Ini



6. Dygta - Kesepian



7. Putih - Sampai Mati



8. Repvblik - Hanya Ingin Kau Tahu



9. Dewa 19 - Dewi



10. Monita - Kekasih Sejati




Udah segitu dulu ya. Ini kalau aku sebutkan semua banyak sekali, jadi aku rekap jadi sepuluh saja. Jika kalian punya tambahan lagu yang pernah kalian dengarkan di tahun 2007, boleh tuliskan di kolom komentar. Sekian dan terima kasih. Selamat bernostalgia.

Kamis, 09 Juli 2020

Kenangan yang membekas di ingatanku saat SMP

Memang benar kalau masa sekolah itu adalah masa yang paling indah, seperti dalam lirik lagu Kisah Kasih di Sekolah karya Obbie Mesakh. Di sekolah, kita bisa bergaul dengan banyak orang yang menjadi teman kita di sekolah itu. Pada saat aku SMP, perkembangan teknologi belum seperti sekarang dan bisa juga kalau dibilang sedikit primitif. Maka dari itu, tidak ada siswa yang pegang smartphone saat itu. Disini, aku mau bercerita kenangan apa yang ada di pikiranku saat SMP dulu.

1. SMS pakai huruf-huruf alay

Huruf alay ternyata tidak hanya digunakan sama anak jaman sekarang, tetapi juga saat aku masih sekolah pun juga kalau SMS menggunakan huruf itu. Mungkin tidak perlu dijelaskan secara detail bagaimana penulisannya, karena diantara kalian pasti sudah mengetahuinya, atau ini aku kasih gambarnya aja.

Na'udzubillahi min Alay - Kelas Bahasa Indonesia

2. Pinjam meminjam kaset CD

Mungkin kalau sekarang mau mendengarkan lagu yang kalian inginkan, kalian pasti download lagu di internet, atau mendengarkan lagu lewat platform digital seperti Spotify, JOOX, Deezer, dll. Kalau jaman aku SMP, mereka-mereka itu belum ada. Jadi, kalau mau mendengarkan lagu harus membeli CD-nya. Tidak mampu beli yang original, bajakan pun jadi. Saat itu, aku memiliki beberapa koleksi CD dari artis yang sedang populer waktu itu seperti D'Masiv, Bondan Prakoso and Fade 2 Black, dan Yovie and Nuno. CD itu aku beli di toko VCD yang ada dipinggir jalan seharga 4.000 rupiah. Teman-temanku saat itu suka banget dengan koleksi CD yang aku punya, dan akhirnya mereka pun meminjam salah satu dari CD yang aku punya. Seperti kebanyakan orang, kadang mereka kalau meminjam pasti lupa mengembalikan.

3. Menonton televisi yang beritanya tentang misteri lagunya Gaby




Diantara kalian pasti tahu lagu ini. Lagu ini dulu sempat viral (kalau bahasa sekarang) sekitar tahun 2008. Saat itu, aku masih kelas 2 SMP. Dulu sempat heboh banget sampai-sampai radio dan televisi pun ikut heboh dengan memberitakan tentang lagu ini. Lagu ini heboh dikarenakan yang menyanyikan lagu ini adalah seorang siswi SMA yang bernama Gaby. Diyakini Gaby ini telah meninggal karena bunuh diri karena ditinggal kekasihnya. Sampai sekarang, belum ada kejelasan tentang sebenarnya lagu itu milik siapa? Dan sosok Gaby itu apakah benar-benar ada atau hanyalah fiktif seperti tokoh dalam negeri dongeng? Hanya Allah SWT yang tahu.

4. Selalu tahu lagu-lagu hits lewat MTV

Acara musik saat ini yang kalian kenal pasti Dahsyat, ataupun Inbox. Tapi perlu kalian ketahui jauh sebelum mereka berdua ada, dulu ada acara musik yang pastinya berbeda dari mereka berdua, yaitu MTV. Di MTV ini, kita akan disuguhi musik secara penuh tidak ada masak-masakan ataupun gosip sana-sini. Yang ada hanya seputar musik, mulai proses pembuatan album, proses pengerjaan komposisinya, dan lagu-lagu yang sedang hits kala itu. Pokoknya asyik deh kalau sudah nongkrongin MTV.

5. Rela nungguin berjam-jam agar bisa akses internet di warung internet

Kalau sekarang kita enak karena sudah ada WiFi. Bahkan smartphone kita sudah diberi fitur WiFi untuk bisa akses internet dimanapun dan kapanpun asalkan tempat yang kita tempati ada koneksi WiFi-nya. Jauh sebelum itu, kalian yang sejaman dengan aku pasti mengalami bagaimana kita harus bersabar agar kita bisa mengakses internet di warnet jika biliknya sudah penuh. Tidak hanya itu, jam aksesnya pun dibatasi karena saat itu harga pemakaiannya adalah 2.000 rupiah untuk pemakaian satu jam. Jadi, jika mau menambah satu jam lagi harus membayar 2.000 rupiah lagi. Kalau sekarang pakai WiFi.id dari Telkom cuma bayar 5.000 rupiah untuk satu hari, itupun bayarnya bisa potong pulsa dari handphone.

Oke, segitu dulu ceritanya ya. Mungkin kalau kalian mengalami seperti yang aku tulis ini bisa komentar di kolom komentar. Sekian dan terima kasih.

Selasa, 07 Juli 2020

Pengalaman waktu sunat

Tepat pada hari ini 14 tahun yang lalu, aku menjalani sebuah ritual yang hanya dialami anak laki-laki sekali dalam seumur hidupnya, yaitu sunatan atau khitanan. Sunatan itu dilaksanakan di rumah kakek dan nenekku di Condongcatur, karena rumahku di Bantul rusak parah karena gempa Jogja yang terjadi hampir 2 bulan sebelumnya. Kebetulan saat itu sedang libur sekolah menjelang kenaikan kelas dari kelas 5 ke kelas 6. Sebelum sunat, bapakku bertanya kepadaku, "Kamu mau minta apa nanti kalau habis sunat?". Aku pun meminta 3 buah kaset dari grup band yang saat itu sedang populer, yaitu Samsons, Ungu, dan Kerispatih. Saat prosesi khitanan, akupun sedikit takut dengan jarum suntik yang akan disuntikkan untuk membius supaya burungku tidak sakit waktu dipotong. Saat disuntik itu, akupun berteriak-teriak menyebut nama Allah. Beberapa saat kemudian, prosesi khitanannya pun selesai. Setelah selesai, kaset yang aku minta pun langsung ada sekaligus tape recordernya untuk memutar kasetnya. Akhirnya aku putar terus kaset itu untuk hiburan disaat kegiatanku saat itu hanya tiduran. Maklum saat itu belum ada smartphone tidak seperti sekarang. Handphone saja saat itu yang dipakai orang kalau tidak Nokia ya Sony Ericsson, dan sebagai anak jaman old aku belum dibelikan handphone oleh orang tua meskipun sudah merengek karena saat itu aku masih kelas 5 SD. Seharian aktivitasku hanya di tempat tidur memutar kaset yang dibelikan oleh bapakku tadi secara bergantian karena kebetulan tape recorder itu kecil dan mengunakan tenaga baterai. Sampai-sampai sepupuku yang datang saat itu ikut mendengarkan kaset yang aku putar tadi sambil melihat teks yang ada di cover kaset yang bisa dilipat-lipat itu (yang mengalami jaman kaset dulu pasti tahu; yang isinya lirik lagu sama credit title). Setelah side A sudah selesai, kasetnya lalu aku balik ke side B. Begitu saja terus aktivitasku saat itu saat memutar 2 kaset itu. Setelah bosan mendengarkan lagunya Samsons (bosan bukan berarti tidak mau mendengarkan lagi lho), digantilah kaset milik Ungu. Sampai pada hari berikutnya, bapakku membawakan sebuah televisi yang kecil dengan gambar hitam putih dan juga VCD. Kaset yang dibawakannya pun kaset Samsons juga. Ungu dan Kerispatih berada dalam satu kaset CD. Akhirnya saat itu aku bisa menonton TV juga karena saat itu bisa nonton TV tanpa antena di Condongcatur. Selain nonton TV, aku juga memutar kaset VCD tadi. Beberapa hari kemudian, akupun sudah membaik dan akupun pulang ke Bantul karena waktu liburan hampir habis. Baik, sekian dulu ya. Terima kasih.

Sabtu, 04 Juli 2020

Kadang aku iri sama teman-teman kuliahku dulu yang saat ini sudah menikah

Aku ingin bercerita tentang apa yang ada di dalam pikiranku ini. Saat ini, usiaku sudah mau menginjak 27 tahun. Kebanyakan orang pada usia tersebut rata-rata sudah pernah menikah, sedangkan aku belum. Teman-teman kuliahku kebanyakan telah berumahtangga di usianya yang rata-rata masih 25 tahun. Kadang aku iri sama mereka. Sebenarnya aku ingin sih seperti mereka, tapi nanti anak sama istri mau dikasih makan apa? Sedangkan aku belum bekerja dan belum memiliki penghasilan tetap. Aku hanyalah seorang penulis dan guru Bahasa Inggris di sebuah bimbel, apakah anak sama istriku mau aku kasih makan kertas dan tinta? Kan tidak. Sedangkan jadi pengajar Bahasa Inggris saat ini honornya tidak seberapa karena hanya mengandalkan siapa yang ingin les bahasa Inggris saja. Bapakku pun juga telah mendesakku untuk segera mempunyai pacar dan menikah, tapi apalah dayaku. Aku bilang saja terus terang kalau alasanku belum menikah karena aku masih belum bisa menafkahi keluarga. Aku memang tidak seberuntung teman-temanku. Karena yang menikah kebanyakan perempuan, jadi tidak pernah berpikir bagaimana caranya mencari nafkah. Yang mereka pikirkan hanya mengurus anak, dan juga mengurus rumah sedangkan aku laki-laki yang harus bertanggungjawab menafkahi anak istri.

Sudah beberapa kali usaha yang aku lakukan. Aku sudah mengirimkan surat lamaran kerja ke beberapa tempat namun sama sekali tidak ada tindaklanjutnya. Karena aku cuma punya ijazah D3, aku tidak bisa menjadi guru di sekolah. Kadang aku menyalahkan masa laluku yang masalah mau kuliah tapi dipersulit oleh ibuku sendiri. Padahal aku memiliki kemampuan bahasa Inggris, mengapa aku malah didaftarkan ke jurusan Seni Musik, bukannya ke jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan nanti kalau aku lulus bisa melamar ke sekolah-sekolah. Mau SMA Negeri, ataupun SMA Muhammadiyah yang penting jadi guru di sekolah. Kalau aku melamar pekerjaan di bidang lain, sama sekali aku tidak memiliki pengalaman, kecuali mengajar karena dulu kegiatannya hanya kuliah saja tanpa aku imbangi dengan bekerja, hanya saja pernah ada seseorang yang pernah memintaku untuk mengajar les bahasa Inggris. Kadang ada rasa menyesal tetapi nasi telah menjadi bubur. Menyesal pun tiada guna dan hidup pun terus berjalan. Aku berharap aku bisa mendapatkan titik terang atas semua masalahku ini. Sekarang aku telah melanjutkan kuliah di jurusan S1 Sastra Inggris setelah aku lulus dari D3 Bahasa Inggris. Semoga setelah aku lulus S1 nanti, ada lowongan pekerjaan yang bisa aku isi sesuai dengan disiplin ilmu yang aku peroleh di perkuliahan.

Rabu, 01 Juli 2020

Saat pertama kali aku suka dengan Bahasa Inggris

Aku menyukai bahasa Inggris saat aku duduk di bangku kelas 1 SD. Pertama kali bisa berbahasa Inggris karena aku diajari oleh bapakku yang saat itu adalah guru bahasa Inggris di sebuah SMA di Kabupaten Bantul. Beberapa kosakata pun diajarkan oleh beliau. Selian belajar bahasa Inggris dengan bapakku, akupun belajar bahasa Inggris melalui lagu. Lagu yang sering aku dengarkan saat itu adalah lagu-lagu milik Westlife, boyband asal Irlandia. Beberapa lagu dari Westlife yang saya dengarkan saat itu adalah I Have a Dream, Seasons in the Sun, Swear it Again, Fool Again, My Love, Flying Without Wings, Uptown Girl, dan masih banyak lagi. Sampai sekarang, aku masih suka mendengarkan sebagian lagu yang aku sebutkan tadi. Karena saking banyaknya kosakata yang aku kuasai saat itu, teman-temanku pada bertanya tentang bahasa Inggrisnya dari sebuah benda. Pada saat aku kelas 3 SD, sekolahku mengadakan pelajaran bahasa Inggris. Aku senang sekali mendengar hal itu karena aku bisa menyalurkan kemampuan bahasa Inggrisku di sekolah. Saat pelajaran itu, aku mengikutinya dengan senang hati. Pada saat kelas 6 saat Ujian Nasional, bahasa Inggris tidak digunakan untuk ujian karena mata pelajaran yang digunakan untuk ujian adalah Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Dan ternyata, Bahasa Inggris digunakan saat Ujian Sekolah. Saat aku memasuki SMP, kemampuan Bahasa Inggrisku semakin meningkat. Beberapa perlombaan yang berhubungan dengan bahasa Inggris pun aku ikuti seperti lomba pidato Bahasa Inggris dan lomba Scrabble. Pada saat kelas 3 SMP, aku mendapatkan nilai UN yang bagus untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, tetapi saat itu aku tidak lulus karena aku mendapatkan nilai UN yang jeblok untuk Matematika dan IPA. Alhasil, aku belajar lagi untuk mengikuti ujian ulangan untuk Matematika dan IPA. Untuk nilai yang jebloknya aku lupa berapa dulu. Setelah aku mengikuti ujian ulangan, alhamdulillah. Aku dinyatakan lulus. Akhirnya aku bisa mengganti seragamku dari putih biru menjadi putih abu-abu pada bulan Juni 2010. Memasuki SMA, kesukaanku terhadap bahasa Inggris tidak hilang. Pada saat kelas 2, aku mulai menyukai lagu-lagu dari The Beatles, grup musik rock asal Inggris. Akupun sering menyanyikan lagu-lagu dari The Beatles saat aku bermain gitar di rumahku sendiri (saat itu aku masih tinggal di Bantul) ataupun di rumah pakdheku (alm.). Saat aku lulus SMA, akupun mendaftarkan kuliah di jurusan Bahasa Inggris setelah aku gagal mendaftar di jurusan Seni Musik sesuai keinginan orang tuaku dan bakatku. Dan sampai sekarang, akupun berkuliah di jurusan yang masih berhubungan dengan Bahasa Inggris yaitu, Sastra Inggris. Pekerjaanku saat ini adalah guru Bahasa Inggris. Sekian dulu cerita dariku. Terima kasih.