Total Tayangan Halaman

Rabu, 27 Mei 2020

Mengenang gempa Jogja yang menegangkan

Pagi itu tanggal 27 Mei 2006, aku bangun sekitar jam 5.53. Saat aku sudah membuka mata, kulihat jam di handphone Nokia 1100 milik ayahku. Saat aku lihat jam di handphone itu, waktu menunjukkan pukul 5.55. Aku pun langsung bersiap-siap pergi ke kamar mandi untuk mandi karena saat itu hari Sabtu masih masuk sekolah. Saat akan berdiri, tiba-tiba terjadi goncangan hebat dan aku kira kalau itu karena ibuku lupa mematikan mesin cucinya (karena saat itu aku baru punya mesin cuci yang dibelinya sekitar tahun 2005). Ayah dan ibuku panik, sementara aku pun menutupi diriku dengan kasur kecil yang berisikan kapuk sedangkan adikku yang kala itu berusia 6 tahun masih tidur. Akhirnya akupun diseret oleh ayahku dan adikku pun digendong oleh beliau, dan kamipun keluar lewat pintu belakang. Di luar rumah, banyak tetangga yang sedih karena kehilangan rumahnya. Beberapa rumah disekitar rumahku ada yang rusak parah, tetapi beruntung rumahku tidak rusak parah. Sekitar pukul 7.30, aku melihat sebagian tetanggaku berlarian ke arah barat sambil berteriak "Segoro kidul mbludak!!!!". Akhirnya orang-orang yang masih berdiri di depan rumahku mengalami kepanikan, begitupun juga dengan keluargaku. Ayah dan ibuku pun lalu mengambil sepeda motor yang ada di rumah. Beliaupun juga mengambil sebuah radio kecil dari warung elektronik miliknya karena saat itu ayahku sudah merintis usaha toko elektronik sejak setahun sebelumnya. Akhirnya kamipun mengungsi di lapangan Ganjuran, Bantul. Sesaat kemudian, baru kami mengungsi di tempat saudara yang ada di Belan, tempatnya tidak jauh dari lapangan itu. Disana, aku lihat rumah saudaraku juga rusak parah sampai-sampai meteran listrik pun jatuh. Para tetangga sekitar juga pada di luar rumah. Di tempat itu, aku mendengarkan radio yang aku bawa dari rumah untuk mendapatkan informasi lanjutan terkait gempa susulan dan isu tsunami. Pada malam harinya, akupun tidur ditempat saudaraku itu. Tempatnya pun sempit dan berdesak-desakan karena tendanya kecil. Beruntung keesokan harinya, ayahku datang untuk menjemputku dan akhirnya aku pulang ke rumahku sendiri dan tiduran diemperan rumahku yang sekarang digunakan orang tuaku untuk jualan bensin. Beberapa hari kemudian, aku dan keluargaku pun mengunjungi rumah kakek dan nenekku dari pihak ibu di Condongcatur. Aku dan keluargaku pun menjalani hari di tempat itu karena kebetulan rumah kakek dan nenekku tidak rusak.

Jumat, 22 Mei 2020

Menulis skenario itu menyenangkan

Kalian suka menonton film atau sinetron ? Pernahkah kalian beranggapan bahwa cerita di film atau sinetron yang kalian tonton itu bagus dan menarik ? Film itu terlihat bagus dan menarik karena jalan ceritanya yang menarik untuk diikuti dan juga para pemainnya yang totalitas dalam memerankan suatu karakter. Tidak hanya itu, skenario pun juga sangat berguna dan membantu dalam proses produksi film. Dalam hal itu, penulis skenario pun adalah pekerjaan yang penting dalam hal ini selain sutradara dan produser. Meskipun pekerjaan itu adalah profesi lepas, tetapi menulis skenario itu  adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan buat kalian yang memiliki hobi menulis dan bercerita. Tidak ada pendidikan khusus mengenai hal ini, bahkan sampai sekarang saya baru menemukan beberapa penulis skenario yang lulusan sekolah film seperti Hanung Bramantyo, dan Garin Nugroho. Rano Karno pun saat menulis skenario Si Doel Anak Sekolahan juga bukan lulusan sekolah film karena dia setamat SMA langsung main film. Menulis skenario itu bisa dipelajari secara otodidak atau bisa juga dengan mengikuti kursus pembuatan film. Kalau aku dulu sih belajar menulis skenarionya itu saat aku kuliah di jurusan D3 Bahasa Inggris. Jadi waktu aku kuliah dulu, aku dibekali keterampilan menulis skenario oleh pihak kampus. Keterampilan itulah yang aku gunakan sampai sekarang. Kalau misalnya pas ada ide untuk menulis cerita, langsung deh aku tulis dalam skenario. Beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan ide untuk menulis skenario film setelah aku menonton sinetron Hidayah yang dulu pernah tayang di televisi. Skenario yang baru saja aku tulis ini menceritakan seorang anak yang durhaka kepada ibunya dan rencananya akan aku kirimkan ke sebuah PH di Jakarta. Berikut contoh skenario yang aku tulis :

Cuplikan skenario film Anak Baik dan Anak Durhaka

Nah, kalian sudah sedikit mengerti kan apa itu yang namanya skenario. Buat penulis skenario yang sudah berpengalaman, yang kebetulan sedang membaca postinganku ini mohon koreksinya apakah skenario yang aku buat sudah benar, karena saya juga masih belajar. Buat yang mau mencoba menulis skenario film seperti aku, selamat mencoba dan jangan takut. Urusan nanti diterima sama PH atau tidaknya, itu urusan belakangan. Aku juga pernah mengalami penolakan seperti itu. Dulu aku pernah menawarkan skenario film tentang perang saat Agresi Militer Belanda II di Yogyakarta ke sebuah PH di Jogja, tapi akhirnya ya skenario itu kembali lagi ke penulisnya. Sebelum menulis, kalian tentukan dulu tema yang akan diangkat dalam skenario kalian misalnya seperti punyaku tadi, anak durhaka. Tentukan plotnya secara urut dan jangan tergesa-gesa untuk selesai. Kalaupun masih buntu, ya sudah. Biarkan saja sampai kalian mendapatkan ide lagi untuk adegan selanjutnya. Oke, segitu dulu dari aku. Mohon maaf apabila ada kesalahan. Silahkan kalau ada komentar bisa ditulis di kolom komentar. Terima kasih.

Rabu, 20 Mei 2020

Goodbye BlackBerry Messenger


Logo BlackBerry Messenger
Minggu lalu, aku berniat ingin menginstal kembali aplikasi BlackBerry Messenger (BBM) yang sudah lama aku hapus karena sudah jarang aku gunakan. Bahkan, akun BBM ku juga sudah lama aku nonaktifkan karena teman-temanku sudah jarang menggunakan BBM dan beralih ke WhatsApp. Aku berniat menggunakan BBM lagi karena aku mau mencoba Kuota Messaging dari kartu Smartfren yang aku gunakan saat ini. Setelah aku lihat di Google Play, ternyata aplikasi BBM sudah tidak dapat digunakan lagi. Baru kali ini aku tahu kalau BBM sekarang tidak dapat diakses padahal saat aku telusuri, berita tentang tidak dapat digunakannya aplikasi BBM itu sudah sekitar satu tahun yang lalu. Berarti aku memang ketinggalan berita nih. Banyak kenangan yang aku lalui bersama BBM. Salah satu yang membekas adalah handphone-ku selalu bergetar apabila ada temanku yang mengirimi aku PING!!!, entah dia sengaja mau mengejutkanku atau mau membuat prank untukku. Aku pertama kali menggunakan aplikasi BlackBerry Messenger sekitar tahun 2013, saat aku masih duduk di bangku kelas 3 SMA karena saat itu aku menggunakan handphone BlackBerry (untuk serinya aku lupa). Aku pernah vakum selama dua tahun dikarenakan handphone BlackBerry-ku rusak. Pada tahun 2016 setelah aku mengalami kecelakaan motor, aku kembali menggunakan BlackBerry Messenger dengan handphone Lenovo yang baru dibelikan oleh ibuku saat itu. Bahkan fotoku saat aku habis mengalami kecelakaan itupun tersebar di grup mahasiswa ABA Sinema lewat aplikasi itu. Beberapa tahun kemudian, BBM sudah mulai dilupakan. Semua temanku pada beralih ke WhatsApp. Karena saat itu tidak ada satupun teman yang aktif di BBM, akupun menutup akun BBM-ku yang sudah aktif sejak tahun 2013. Dan saat ini, BBM tinggallah nama saja yang akan dikenang oleh penggunanya dulu. Aku ucapkan selamat tinggal untuk BBM. Banyak sekali kenangan yang kulalui bersamamu.

5 lagu terbaik yang pernah saya cover

Saat ini, meng-cover lagu adalah suatu hal yang sering dilakukan oleh orang-orang, terutama anak muda. Dengan adanya YouTube, anak muda saat ini pun bisa unjuk gigi hanya dengan bermodalkan kamera handphone ataupun kamera digital. Tidak hanya itu, mereka pun juga menyanyikan lagu sambil memainkan gitar ataupun menggunakan iringan musik seperti karaoke. Saya sebagai anak muda pun juga turut meramaikan demam cover lagu itu. Berikut ada lima lagu yang pernah saya cover, yang saya ambil dari channel YouTube saya.

1. Ticket To Ride - The Beatles



Video ini saya upload pada tanggal 1 Oktober 2012. Saat itu, saya masih duduk di bangku kelas 3 SMA dan sangat menyukai lagu-lagu dari grup musik asal Inggris, The Beatles. Maka dari itu, saya cover salah satu lagu dari The Beatles ini.

2. Blue Moon Of Kentucky - Elvis Presley



Selain lagu dari The Beatles, saya juga pernah meng-cover lagu dari seorang King of Rock & Roll, Elvis Presley. Video ini di-upload pada tanggal 2 Maret 2012, lebih dulu 7 bulan dari video Ticket To Ride. Dalam video ini, saya tampak memainkan gitar seperti Paul McCartney, tetapi kenyataannya tidak demikian. Itu disebabkan karena saya menggunakan kamera depan handphone saya yang mungkin kalau sekarang sudah seperti smartphone karena layar sentuh.

3. In My Life - The Beatles



Bisakah kalian lihat baju yang saya pakai ? Apakah sama dengan video saya yang Ticket To Ride ? Ya, video ini dibuat pada hari yang sama dan juga di-upload pada waktu yang sama dengan video yang nomor 1 tadi. Memang satu hari itu saya nggak ada kerjaan. Jadi, saya meng-cover paling tidak ada 5 lagu. Mungkin 3 lagu lain bisa kalian telusuri di channel YouTube saya.

4. Yang Terlewatkan - Sheila On 7



Nah, kalau ini lagu dari negeri sendiri. Kalian yang asli Jogja pasti tahu. Ya, ini adalah lagu dari Sheila On 7. Lagu ini sangat populer sekitar tahun 2008, setelah lagu Betapa. Saat itu, aku masih kelas 2 SMP. Lag-lagi, video ini saya upload pada tahun 2012, tepatnya pada tanggal 23 Maret 2012 dan direkam dengan webcam yang ada di laptop bapak saya dulu.

5. Original Soundtrack film kartun Crayon Shinchan



Nah, kalau ini adalah video cover saya yang terbaru, karena baru di-upload tanggal 6 November 2019 lalu. Bagi anak-anak tahun 90-an pasti tahu lagu ini, karena sudah tidak asing bagi kalian yang masih anak-anak tahun 90-an sampai 2000-an. Ya, lagu yang saya cover di video ini adalah original soundtrack-nya film anime tahun 90-an, Crayon Shinchan. Mungkin diantara kalian yang masih ingat lagunya, boleh lho klik video ini lalu bernyanyi dan bernostalgia.

Oke, segitu dulu untuk rekap lagu yang pernah saya cover. Mohon maaf jika ada kesalahan. Oke. Terima kasih dan selamat malam. Jangan lupa nanti sahur.

Selasa, 19 Mei 2020

Warnet, apa kabarmu kini?

Perkembangan teknologi sudah semakin pesat. Saat ini, kita bisa mengakses internet dimana saja menggunakan perangkat smartphone dan laptop. WiFi bisa ditemukan dimana saja seperti di cafe, perpustakaan, bahkan barbershop pun juga menyediakan WiFi. Kampus-kampus maupun sekolah saat ini pun menyediakan fasilitas WiFi yang bisa diakses oleh guru/dosen, dan siswa/mahasiswa. Keberadaan WiFi dan juga smartphone saat ini membuat sebagian orang enggan pergi ke warnet. Maka tidak heran jika beberapa bilik warnet terlihat kosong. Aku masih ingat sekitar tahun 2008, warnet selalu penuh dengan orang-orang yang mengakses internet apalagi kalau pas malam Minggu. Bahkan aku pernah menunggu 1 jam demi bisa mengakses internet. Saat itu, aku masih kelas 2 SMP. Aku pun saat itu rela menyisihkan uang jajanku selama beberapa hari agar bisa mengakses internet di warnet. Situs web yang aku akses saat itu adalah jejaring sosial Friendster (pendahulunya Facebook). Disitu kita bisa melakukan interaksi dengan teman-teman yang juga menggunakan Friendster, sama seperti kalau menggunakan Facebook. Kita juga bisa menampilkan foto-foto kita yang lucu-lucu juga seperti kalau saat ini menggunakan Instagram. Terkadang kalau di warnet itu, kita sampai lupa waktu, bahkan bisa satu jam lebih. Saat itu, biaya akses internetnya adalah 2.000 rupiah per jamnya. Jadi, kalau lupa waktu kadang bisa sampai 2 jam. Makanya dulu waktu aku akses internet, aku tidak lupa untuk mengecek waktunya. Karena semakin lama kita menggunakannya, semakin banyak lagi biaya yang harus dikeluarkan. Selain Friendster, situs web yang aku akses saat itu adalah YouTube. Saat itu, YouTube belum populer seperti sekarang. Orang yang mengupload video di YouTube pun masih jarang, bahkan mencari video klip di YouTube saja masih susah. Aku saja punya channel YouTube sejak tahun 2010. Aku tidak tahu masih duluan mana channel YouTube-ku sama channel YouTube-nya Atta Halilintar dan Ria Ricis. Saat ini pun kadang aku masih melihat kalau warnet belum kehilangan penggunanya. Pengguna yang saat itu aku lihat adalah anak kecil yang sedang bermain game online. Berbahagialah kalian yang mungkin sudah punya smartphone sehingga bisa untuk mengakses internet menggunakan WiFi ataupun kuota internet. Jadi, kalian tidak harus repot-repot mengantre 1 jam hanya untuk mengakses internet di warnet. Tulisan ini aku buat bukan untuk membandingkan bahwa jaman sekarang lebih enak dari pada jamanku sekolah dulu, tetapi tulisan ini aku buat untuk membagikan pengalamanku kepada kalian yang mungkin pada saat itu, kalian belum lahir atau masih anak-anak saat warnet masih banyak digunakan orang dan sebelum WiFi berada di bumi ini. Silahkan buat yang memiliki pengalaman yang sama dengan aku, bisa kalian tulis di kolom komentar. Terima kasih dan selamat menjalankan ibadah puasa.

Jumat, 08 Mei 2020

Tips memilih jurusan yang pas di perguruan tinggi

Pada hari Senin tanggal 4 Mei lalu, menjadi hari yang menggembirakan untuk kalian yang baru lulus SMA karena pengumuman kelulusannya diumumkan secara online pada hari Minggu malam. Setelah lulus SMA, biasanya kalian kan pada berpikir rencana selanjutnya? Apa kalian mau kuliah, bekerja, atau hanya mau kursus keterampilan. Bagi kalian yang mau kuliah, kakak punya tips nih untuk memilih jurusan yang benar supaya kalian tidak merasa salah memilih.

1. Pilihlah jurusan yang sesuai dengan kemapuan dan minat kalian

Kalian misalnya suka pelajaran Bahasa Inggris dan selalu menjadi kamus berjalan untuk teman-temannya waktu di sekolah, ya kalian harus memilih jurusan Bahasa Inggris atau Sastra Inggris. Kalau kalian suka Matematika dan jago dalam berhitung, ya kalian harus memilih jurusan Matematika. Jangan kok suka Matematika, terus kalian memilih jurusan Bahasa Inggris. Tentu nanti kalian akan menyesal nantinya. Maka, pikirkan itu matang-matang. Jika sudah mantap, terus deh lanjut daftar.

2. Jangan ikut-ikutan teman

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda, seperti kakak dulu waktu sekolah. Kemampuan kakak dulu waktu di sekolah adalah Bahasa Inggris sama musik (sampai sekarang sih). Makanya kakak melanjutkan kuliah Diploma 3 di jurusan Bahasa Inggris, dan sekarang kuliah Strata 1 jurusan Sastra Inggris karena kakak dulu suka jadi kamus berjalan sejak SD sampai SMA. Jika ada temanmu yang mengajak kuliah di jurusan Matematika, kamu berhak menolak jika kamu tidak memiliki minat untuk kuliah di jurusan itu, tentunya dengan cara halus ya. Kalau kamu tidak berani menolak, kamu akan menyesal nanti. Ingat! Penyesalan selalu ada di belakang.

3. Diskusikan rencana kalian ini dengan orang tua

Kalian harus berani membicarakan rencanamu untuk kuliah ini dengan orang tua kalian, karena nantinya orang tua kalian yang akan membiayai kuliah kalian. Barangkali orang tua kamu bisa mengarahkan kalian karena orang tua lah yang tahu bakat dan minat anak. Jika orang tua sudah sepakat dengan keinginanmu, maka kamu tinggal menjalaninya.

Segitu dulu ya dek tips dari kakak. Besok kakak sambung lagi. Semangat dan sukses untuk kalian.

Selamat Jalan Lord Didi Kempot

Didi Kempot saat menggelar konser di The Pallas, SCBD, Jakarta Selatan pada tanggal 6 Desember 2019. (Sumber : Kompas.com)

Tanggal 5 Mei 2020 silam, para Sobat Ambyar (sebutan untuk penikmat lagu-lagu Didi Kempot) berduka. Pasalnya, penyanyi campursari Didi Prasetyo atau yang terkenal dengan nama panggung Didi Kempot meninggal dunia. Kabar tersebut sangat mengejutkan banyak pihak karena kepergiannya yang sangat mendadak. Didi Kempot meninggal pada usia 53 tahun, sama dengan usia alm. Mamiek Prakoso, pelawak Srimulat yang juga kakaknya yang telah wafat pada tahun 2014 silam. Pagi itu, aku sangat terkejut saat simbah uti (nenek) memberitahukan kepada saya sambil menangis bahwa Didi Kempot meninggal dunia. Aku terkejut dengan kabar itu. Beruntung tanggal 2 Desember 2019, aku masih sempat menonton konser beliau di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri UGM, Yogyakarta. Tapi sialnya aku tidak bisa mengabadikannya karena lensa kamera belakang di handphone-ku pecah sejak 3 bulan sebelum konser itu di Kaliurang. Membicarakan soal Didi Kempot, ada sedikit pengalamanku dengan salah satu lagunya. Saat itu, aku masih kelas 1 SD. Saat itu, di sekolahku ada pelajaran menyanyi. Teman-temanku semuanya menyanyikan lagu anak-anak, sementara aku malah menyanyikan lagunya Didi Kempot yang berjudul Stasiun Balapan, karena saat itu lagu tersebut sedang populer. Padahal aku saat itu cuma asal nyanyi saja, jadi tidak tahu maksud dari lagu tersebut. Tapi teman-temanku saat itu pada ketawa mendengarkan aku menyanyikan lagu itu. Pada akhir tahun 2019 silam, band-ku mengcover salah satu lagu dari Didi Kempot, yaitu Kangen Nickerie. Berikut videonya :



Selain Kangen Nickerie, ada tiga lagu lain yang saya suka. Berikut daftarnya :

1. Stasiun Balapan




Nah, ini dia lagu yang aku ceritakan sebelumnya. Lagu yang penuh kenangan sekali saat aku masih SD. Lagu yang aku nyanyikan juga saat pelajaran menyanyi di sekolah. Aku baru tahu maksud dari lagu ini saat aku sudah dewasa saat ini, yaitu tentang ditinggal seorang kekasih di sebuah stasiun kereta api. Aku juga baru tahu kalau Stasiun Balapan ini memang benar-benar ada. Stasiun ini terletak di Kota Surakarta atau Solo, Jawa Tengah.

2. Sewu Kutho



Lagu ini awalnya aku temukan di komputernya ayahku sekitar tahun 2003. Aku dengerin terus-menerus dan pada akhirnya aku suka. Saat SMA, aku diberitahukan oleh guru kesenianku bahwa lagu ini ternyata merupakan lagu terjemahan dari lagu pop tahun 1980-an yang dipopulerkan oleh alm. Arie Wibowo, penyanyi yang juga populer dengan lagu Madu dan Racun. Berikut aku selipkan juga lagu aslinya sebelum diterjemahkan oleh Didi Kempot ke dalam bahasa Jawa :



Kalian baru tahu kan kalau lagu Sewu Kutho itu merupakan terjemahan dari lagu Walau Sekejap milik alm. Arie Wibowo? Aku juga baru tahu setelah guru kesenianku dulu bilang kalau ini lagu terjemahan. Lalu, aku cari deh di YouTube, ternyata beneran. Penyanyi aslinya juga sudah tiada pada tahun 2011 silam. Beliau juga berasal dari Jawa Tengah, sama dengan Didi Kempot, cuma kalau Arie Wibowo asalnya dari Kota Salatiga.

3. Tanjung Mas Ninggal Janji




Dulu waktu aku ngantor di sebuah kantor yang terletak di Jl. Magelang, aku sering mendengarkan lagu ini sembari menjalankan trading saham, karena pekerjaanku memang saat itu trading saham. Tapi pada awal November 2019, aku keluar karena tidak diperbolehkan bekerja seperti itu sama orang tua. Lagu ini awalnya aku dengarkan di sebuah toko kaset sebelah tempat tinggal alm. pakdheku (kakaknya ayahku). Waktu dengar berita bahwa Didi Kempot meninggal kemarin, aku langsung cover lagu ini dengan gitar akustik untuk membuat status belasungkawaku di WhatsApp.

Selamat jalan om Didi Kempot. Karya-karya indahmu akan selalu ku kenang.

Kamis, 07 Mei 2020

Prank Kardus Mie Instan Isi Sampah

Belum lama ini, ada 3 orang pemuda yang berada di kawasan Baleendah, Bandung yang membagikan sembako yang ternyata berisi batu bata dan sampah. Salah satu pemuda itu bernama Ferdian Paleka. Sembako sampah itu dibagikan secara cuma-cuma untuk para waria (itu kalau kejadiannya di kampung Kramat Asem, mungkin bisa jadi dia itu temennya Tince. Hehehe. Maaf, efek kebanyakan nonton sinetron Si Yoyo), dan juga anak-anak yang akan bertugas membangunkan orang-orang untuk bangun sahur. Kalau menurut saya, tujuan mereka sih hanya untuk menyadarkan para waria yang keluyuran saat bulan Ramadhan, apalagi saat ini di Provinsi Jawa Barat sedang diterapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Tapi kalau cara memperingatkannya seperti itu, itu sudah kelewatan. Bayangkan saja kalau misalnya keluarganya mereka dibegitukan, apakah mereka terima? Tidak kan?. Baim Wong pun juga menyayangkan tindakan mereka. Seperti kalian ketahui, Baim Wong itu juga pernah melakukan prank, tapi kalau prank-nya Baim Wong itu tidak merugikan orang lain dan malah justru membuat orang lain kasihan karena Baim Wong menyamar sebagai gembel dan minta uang. Begitu sudah diberi uang, dia langsung mengeluarkan sejumlah uang untuk dierikan kepada orang yang memberinya uang seribu perak. Bagi kalian yang ingin tahu seperti apa video-nya, bisa dilihat di bawah ini :

Dan ini komentar dari Baim Wong tentang video tersebut :

Tidak hanya Baim Wong, penyanyi Anji pun juga kesal dengan ulah yang diperbuat oleh Ferdian Paleka tersebut. Ini dia komentar Anji yang saya ambil dari akun YouTube-nya :



Sepertinya salah satu temannya sudah ditangkap, bahkan ada juga yang dipukuli pakai kunci Inggris. Ini dia salah satu beritanya tentang temannya Ferdian Paleka :


Untuk mas Baim dan mas Anji, saya mohon maaf telah mencomot video anda untuk konten ini karena saya juga jengkel dengan ulah Ferdian Paleka itu seperti anda-anda ini. Untuk masalah perijinan mungkin nanti akan saya tulis di status Instagram saya dengan mention akun Instagram mas Baim dan mas Anji. Oke, sekian dulu dari saya. Mohon maaf apabila ada kekurangan dalam konten ini. Terima kasih dan selamat menjalankan ibadah puasa.